Saturday, May 02, 2009

Wajah Sinetron Kita

Jujur saya suka menonton sinetron Indonesia di waktu senggang saya. Tapi jujur juga tidak semua sinetron Indonesia saya tonton karena berbagai alasan. Saya biasa menonton sinetron Cinta Fitri, Terlanjur Cinta, Dewi, Hareem yang sekarang judulnya diganti dengan Inayah kalau tidak salah dan beberapa judul lagi.

Selama ini yang mengganggu pikiran saya adalah semakin banyaknya kekerasan dalam rumah tangga yang dipertontonkan dalam wajah sinetron kita, berbagai adegan kekerasan dan trik-trik menghadapi pihak yang dianggap musuh dan ada juga trik-trik menghabisi pihak yang dianggap musuh atau lawan. Dan banyak sekali sinetron yang demikian ditayangkan di jam-jam yang masih bisa dinikmati oleh anak-anak di bawah umur dan ada pula label BO=Bimbingan Orang Tua.

Sekedar sebagai wacana saja, apakah kekerasan dalam rumah tangga entah itu dilakukan seorang suami terhadap istri, mertua terhadap menantu, atau sebaliknya, majikan terhadap pembantu atau saudara terhadap saudara lainnya perlu dipertontonkan ke khalayak ramai dan ditayangkan pada jam-jam yang masih dapat dinikmati oleh mereka yang balita ataupun belum cukup umur? dan apakah segala trik dan usaha atau cara untuk menghilangkan musuh kita juga perlu dipertontonkan ke masyarakat luas? dan apakah itu wujud suatu pembelajaran bagi kita semua untuk tidak meniru adegan kekerasan itu ataukah itu sebagai pembelajaran agar kita dapat melakukan hal-hal tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari? apakah kita sebagai orang tua siap dan mampu untuk selalu mendampingi anak-anak kita saat mereka menonton? apakah kita sebagai orang tua telah siap menghadapi berbagi reaksi dari anak-anak kita setelah menonton tayangan demi tayangan? dan yang terpenting dari itu semua, apakah masyarakat kita dan diri kita sendiri sudah mampu bersikap dewasa dan bijaksana dengan adanya tayangan tersebut dan mampu mengendalikan diri untuk tidak terpengaruh dengan wajah sinetron kita? atau akan muncul manusia-manusia yang hidup dan bersikap bagaikan peran-peran di wajah sinetron kita di kemudian hari? hanya Tuhan yang tahu......

No comments: