Saturday, April 18, 2009

Waspada bagi Anda Penyuka Dendeng dan Abon

Wahai sobat penyuka dendeng dan abon, sebaiknya sobat mulai waspada karena seperti yang telah ramai diberitakan adanya dendeng dan abon campuran dari daging babi. Ini berlaku bagi sobat muslim. Ada 5(lima) label produk yang jelas-jelas mengandung daging babi setelah melalui pemeriksaan BPOM terhadap produk dendeng dan abon tersebut.

Dan sangat disayangkan bahwa ternyata penjualpun tidak mengetahui dari bahan apa dendeng dan abon yang mereka jual. Dan itu semua juga tak luput dari minimnya pengetahuan masyarakat luas dalam hal membedakan apakah itu daging sapi ataukah babi. Dan ini sekaligus tantangan bagi BPOM untuk lebih perhatian dan lebih kerja keras merazia berbagai produk makanan dan minuman yang beredar di pasar tradisional maupun supermarket.

Selain dendeng dan abon yang dicampur dengan daging babi, ternyata banyak penjual makanan keliling yang mencampur dagangan mereka dengan daging babi dan pengedar pun tak segan-segan menjual paru jerohan babi ke rumah makan-rumah makan seperti yang ditanyangkan di insert investigasi TransTV minggu lalu.

Harapan kepada mereka yang terkait, bagi pengedar dan pelaku pembuat makanan, janganlah kalian mempunyai usaha atau pekerjaan yang bertujuan untuk menipu konsumen dengan tujuan ingin mengeruk keuntungan besar dengan mengesampingkan norma agama dan menutup hati nurani kalian semata-mata untuk kepentingan pribadi atau golongan kalian..toh Tuhan Maha Adil dan tidak Tidur, sekalipun usaha kalian berjalan, suatu saat nanti kalian akan jatuh jua.

Untuk Penjual maupun pembeli, janganlah tergiur dengan harga yang murah terhadap suatu bahan makanan, perlunya menambah pengetahuan untuk dapat membedakan macam-macam daging sehingga nantinya kita tidak mudah untuk dikibuli oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab seperti halnya kasus makanan bermelamin ataupun dendeng dan abon yang dicampur dengan daging babi ini. Dan perlu ditanamkan rasa ingin tahu yang besar terhadap bahan makanan, makanan ataupun minuman yang berharga jauh di bawah harga normal.

Sedangkan BPOM, kami masyarakat Indonesia sangat mengharapkan kerja keras dan pengabdian ilmu kalian untuk selalu memeriksa kandungan bahan dasar suatu makanan atau minuman yang beredar luas di pasaran. Jangan pernah beri kesempatan kepada mereka yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara pemalsu, peniru dan penghasil produk yang tidak bisa di pertanggungjawabkan dan tanpa adanya tanggungjawab moral terhadap negeri ini.

Dan ini juga menjadi tugas pihak yang mengeluarkan label HALAL untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam mengeluarkan label HALAL tersebut, dan dengan transparansi mengumumkan ke masyarakat luas tentang bahan makanan, makanan, obat, minuman ataupun produk lainnya yang mengandung bahan yang diharamkan ataupun yang dilarang untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat luas tanpa adanya rasa takut terhadap suatu kelompok tertentu.

Tugas kita sebagai warga Indonesia yang baik, marilah kita bersama-sama menjadi pengawas terhadap lingkungan di sekitar kita untuk bahan makanan, makanan, minuman ataupun semua aspek untuk menjaga kesehatan dan keamanan kita semua, dan dapat melakukan tindakan pencegahan meluasnya kejahatan dan penipuan seperti ini kepada pihak yang berwenang

Dengan adanya kerja sama di semua lini diharapkan akan terciptanya suasana saling menghormati dan menempatkan segalanya pada posisi masing-masing sehingga masyarakat dapat memilih dengan sendirinya bahan makananan, makanan, minuman ataupun produk lain bagi dirinya dan keluarganya tanpa adanya usaha membodongi suatu golongan ataupun menumbuhkan sikap mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa memiliki hati nurani dan tanggung jawab moral terhadap keluarnya suatu produk.

No comments: