Sunday, July 20, 2008

Poligami, setujukah Anda???

Sebenarnya tulisan saya ini berkaitan dengan pemandangan yang tertangkap oleh mata saya karena hampir setiap hari saya selalu melewati daerah-daerah yang banyak tempat kos para "Call Girls". Disaat jam tangan baru menunjukkan pukul 8.00, masih aja ada laki-laki separuh baya duduk di warteg sambil ditemani oleh "gadis idaman"nya. Pemandangan itu akan bertambah marak bila mendekati jam makan siang.

Terkadang saya tidak habis fikir, apakah para laki-laki paruh baya itu tidak melakukan aktivitas kerjakah atau memang dia memiliki usaha sendiri sehingga pada jam-jam segitu selalu menampakkan diri.
Pemandangan yang tampak itu, mengandung tujuan untuk berpoligamikah atau hanya sekedar perselingkuhan? Dan bagaimanakah perasaan seorang ibu, istri, anak, kakak/adik ataupun seorang pacar bila mengetahui suaminya, ayahnya, kakak/adik, ataupun pacarnya melakukan itu dan setelah itu, mereka pulang menemui orang-orang tersayangnya tanpa ada beban.

Poligami sendiri masih saja menjadi topik hangat saat ini dan kita tidak bisa memungkiri bahwa zaman sekarang telah banyak kaum lelaki menginginkan praktek poligami dalam kehidupan perkawinan mereka. Ada banyak faktor yang menjadi tujuan mereka untuk melakukan praktek poligami ini. Ada yang benar-benar ingin menolong para janda untuk keluar dari kesulitan hidup, tergoda dengan kecantikan fisik ataupun inner beauty, atas ijin istri pertama karena suatu hal ataupun hanya mencari kepuasan belaka.

Terlepas itu semua tentunya sangat mempengaruhi kehidupan perkawinan itu sendiri dan tentunya kesanggupan si suami dalam hal bersikap adil dalam pembagian materi, kasih sayang dan perhatian serta waktu untuk para istri.

Bagi sebagian kecil wanita bisa memahami dan menerima poligami terhadap dirinya dan perkawinannya, tetapi sebagian banyak wanita belumlah siap untuk menerima dirinya dimadu dengan wanita lain apapun alasannya walaupun sesungguhnya agama mengijinkan 1 laki-laki dapat menikahi 4 wanita asalkan dirinya bisa berbuat adil, walaupun seorang manusia sangat jauh dari sikap adil.

Bilamana si suami akan mewujudkan sikap adilnya bagi istri-istri yang dimilikinya, akankah si istri akan memberikan ijin/kesempatan pada suami-suami mereka untuk berpoligami? ataukah istri-istri harus menerima kenyataan bahwa suaminya telah berselingkuh atau suka "mengunjungi" gadis-gadis pemuas hawa nafsu seperti yang sering terlihat dikos-kosan para "call girls"???

Bila Anda punya pemahaman, pemikiran dan pendapat yang berbeda-beda soal ini kita sharing bersama-sama, yuk.....

No comments: