Thursday, March 20, 2008

Jakarta Kota Impian....?????????

Sekali lagi…Pemrov DKI Jakarta tidak tanggap terhadap wilayahnya sendiri. Tempo hari saya menulis Jakarta siap tenggelam, dan saat ini saya mengundang saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air untuk ikut tour de Jakarta dan menikmati jalanan ibukota yang penuh lubang dan mendaki yeee.......hadiahnya KENAIKAN PAJAK PER 20 MARET 2008.

Setelah Jakarta ditenggelamkan di awal Pebruari, kini Jakarta tak ubahnya cocok untuk rute balap motol trill....Jika Anda ingin menyalurkan hobi trek-trekan dengan motor trill, silakan saja datang ke Jakarta. Kenapa saya bisa menulis seperti itu......karena ibu kota yang kata orang megah, bonafid, metropolis, wah...dan sebagainya...dan sebagainya....ternyata hanya sebuah lapangan untuk balap motor ttrill....karena apa??? Banyak jalanan di kota metropolitan ini penuh dengan lubang dan mendaki.

Saya akan mengajak Anda untuk keliling jalanan di ibu kota yang penuh lubang. Kita akan start dari daerah Pasar Ikan – Jakarta Utara, depan VOC kita sudah mulai pemanasan dengan becek, dan jalanan bergelombang, lalu kita menuju rumah sakit pluit disamping jalanan berlubang, Anda akan menjumpai aliran air deras bagaikan di pematang sawah, air laut itu akan mengalir dengan deras saat air laut pasang, dari RS Atmajaya, kita belok kanan dan akan menikmati balapan motor trill ini sampai ke jembatan layang yang menuju arah Grogol. Di sana akan tampak cetakan-cetakan ban-ban trailer dan truk-truk besar yang sangat membekas di ruas kanan jalan yang seharusnya untuk kendaraan dengan kecepatan tinggi. Di ujung jembatan layang akan selalu tampak angkutan KWK yang dengan seenaknya menaikkan dan menurunkan penumpang sehungga Anda harus membuktikan bahwa Anda adalah pembalap yang tangkas yang dengan mudahnya bisa terbang di atas KWK tersebut.. Jalanan penuh lubang berlanjut sampai di jembatan layang depan Mall Ciputra sehingga daerah itu sering terjadi kemacetan.

Sampai di sini Anda akan bisa tarik gas lebih kencang sampai ke daerah Mall Semanggi. Sungguh sangat diherankan bahwa lubang-lubang dengan ukuran sedang dan dalam terjejer rapi di ruas kanan jalan sampai lampu merah Cawang. Bila ke kiri kita akan menuju ke arah Kampung Melayu – Senen – Gunung Sahari yang kondisinya sama saja, lubang ukuran sedang dan dalam berjajar rapi di ruas kanan jalan. Saya gak habis pikir, jalan di jantung kota akan tampak seperti itu.....kondisi seperti itu akan tampak juga di Cawang-Slipi.....lubang berjajar dengan rapi di ruas kanan jalan. Di jantung kota, banyak sekali lubang-lubang yang cukup dalam apalagi di daerah pinggiran.....Wah Anda akan berjingkrak-jingkrak di sana. Di Bekasi, Tanjung Priok, Cakung malah ada Meteor yang jatuh dari langit sehingga meninggalkan kawah di tengah jalanan. Jadi, bila Anda ingin melihat kawah meteor, silakan datang ke Jakarta, dijamin puas.....

Jeritan para sopir angkot dan sopir kendaraan berat, para pengemudi yang pernah mengalami kecelakan di jalanan-jalan tersebut seakan-akan menyumbat telinga pemerintah provinsi DKI Jakarta dan malah pemerintah mengeluarkan pemberitahuan kenaikan pajak bermotor.

Pemerintah sedang ngetol dibidang pajak. Listrik dengan watt 1300 kelas rumah tangga akan ditarik pajak 10%, toko-toko sudah dilirik penarikan pajaknya, dan kini pajak kendaraan bermotor naik secara variatif......tapi sarana dan prasarana umum tidak diperhatikan, contoh nyata yang ada di depan mata adalah jalanan yang berlubang tidak secepatnya di perbaiki malah lucunya hanya menambal bagian yang lubang saja yang bila kena hujan akan berlubang dan berlubang lagi.

Sudah sepatutnya pemerintah provinsi DKI Jakarta lebih tanggap dan bekerja keras untuk warganya, jangan hanya menuntut ini dan itu tapi hasilnya NOL BESAR. Terlebih lagi beberapa hari yang lalu pemerintah provinsi DKI mengelak kerusakan jalan itu akibat muatan yang berlebihan. Padahal seandainya mereka itu sadar bahwa kerja mereka itu belum maksimal dan mau menerima kritikan masyarakat demi kemajuan bersama, mereka tidak akan mengeluarkan pembelaan yang bernilai NOL.....cobalah tengok jalan raya Condet, ini salah satu contoh saja, jalan raya Condet ini bukan jalanan seperti daerah Priuk, Cakung, Jembatan Tiga, ataupun daerah Pasar Ikan. Jalan Condet ini hanya dilewati oleh 1 (satu) trayek saja yaitu Kampung Melayu-Pasar Rebo yang jumlah armadanya tidak ratusan, jalanan ini sangat jarang dilewati oleh bus besar hanya bus mini milik TNI saja yang lewat itupun hanya pagi dan petang saja. Jalanan ini tidak pernah dilewati oleh truk ataupun kontainer tapi kerusakan jalan sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki, yang ada malah terlalu seringnya penggalian oleh PLN ataupun PAM. Itupun penggalian yang terkesan tidak tanggung jawab. Mereka dengan seenaknya menggali dan menguruk bekas galian asal uruk dan tidak diaspal lagi padahal sebelum mereka melakukan penggalian, jalanan tersebut beraspal. Sehingga lubang-lubang kecil di sekitar bekas galian semakin melebar. Dan sampai detik inipun jaln raya Condet tidak tersentuh oleh program perbaikan jalan.

Harusnya kita malu dengan daerah-daerah lain atau negara-negara lain, apa iya Jakarta itu kota metropolis, wah dan megah bila jalanan di jantung kota saja berlubang dan mendaki. Atau memang rasa malu kita sudah terkikis habis oleh janji-janji saat kampanye dan kursi empuk penguasaan?????? Uang rakyat telah berhamburan tak tahu kemana dan tak tahu dipergunakan untuk apa......akankah kondisi Jakarta akan terus seperti ini di kemudian hari??????buanjiiirrrrr, muuuuaaaceeeetttt dan booooollllllooooonggggggg. Apa gunanya gubernur DKI Jakarta terus ganti bila kondisi akan selalu sama dan tidak ada peningkatan bahkan malah terpuruk Janganlah menjadi Pemerintahan yang pandai berkelit. Perbaiki Jalan dengan kualitas baik, jangan kuantitas aspal yang selalu disunat. Bila perlu cor dengan beton tapi tidak mengesampingkan jalur hijau ataupun penggalian selokan yang dalam sehingga terhindar dari banjir. Setelah itu, baru memberlakukan kenaikan pajak, mengawasi dan bertindak tegas bagi kendaraan yang bermuatan lebih serta berantas pungli-pungli yang ada dilapangan. Janganlah menjadi kafilah berlalu saat anjing menggonggong di situasi buruk dan terpuruk ini.......tapi jadilah pemimpin yang BERIMAN.

No comments: