Friday, January 09, 2009

Tahun Baru-an di Jogja

Tahun baru telah ditunggu masyarakat dunia, dan berbagai rencana sudah dipersiapkan untuk mengisi acara tahun baru. Begitu juga aku, setelah melewati hari-hari penuh kesibukan bekerja, lembur di hari Sabtu dan Minggu pun dilakoni untuk menyelesaikan laporan tahunan, akhirnya bisa juga liburan di penghujung tahun. Biasanya perusahaan tempat aku bekerja tidak pernah libur di penghujung tahun, tapi karena Desember lalu banyak HARPITNAS " Hari Kecepit Nasional", akhirnya atas kebijaksanaan direktur, kami diliburkan. Aku dan Sohib memilih liburan ke Jogja karena aku rindu dengan suasana Malioboro.

Rencana Tahun Baruku adalah Jogja dan untuk menghemat biaya, kami naik KA Progo - kereta ekonomi dengan tujuan Pasar Senen-Lempuyangan dengan tarif Rp. 38.000,- ditambah biaya pemesanan Rp. 1.000,-, stasiun untuk KA ekonomi di Jogja. Kereta berangkat pukul 21.00 dan tiba di Stasiun Lempuyangan pukul 08.05 pagi karena musim liburan sehingga kereta sering tertahan di beberapa daerah. Dari Lempuyangan ke jalan Sastrowijayan naik becak dengan ongkos Rp. 10,000,- jadi pintar-pintarlah menawar ongkos Becak.

Sekedar informasi, pilihlah penginapan yang tidak jauh dari jalan Malioboro untuk menghemat biaya dan tenaga saat akan jalan-jalan ke Alun-alun, daerah benteng, Istana, ataupun sekedar berkeliling ke Malioboro, dan usahakan untuk membooking jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan. Untuk kamar ekonomi di hari biasa bertarif Rp. 35,000 - Rp. 50,000 per hari. Tapi di hari libur biasanya menjadi 2x lipat dari harga tersebut.


Untuk referensi penginapan, sobat bisa ke losmen Setia Kawan yang punya website http://www.bedhots.com/, atau losmen Lucy di jalan sastrowijayan wetan. Tapi kemarin kami menginap di hotel Suryapuri di jalan Suryatmajan. Hotel berwarna Hijau Putih terletak sebelah kanan dari Lempuyangan. Kamar dengan 2 tempat tidur, 1 single dan 1 dobel dan lumayan bersih dan tenang dengan tarif Rp. 85.000,- saat liburan yang bertepatan dengan Natal, tahun baru Islam dan tahun baru Masehi.


Tujuan liburanku di tahun baru kali ini adalah pantai Parangtritis, Candi Borobudur, mencoba busway-nya Jogja dan keliling sampe bosan di Malioboro. Tujuan hari pertama adalah istirahat karena lelah setelah perjalanan jauh yang kebetulan kereta penuh sesak, dan sore harinya kami hanya jalan-jalan di Malioboro sambil menikmati Lumpia dekat hotel Mutiara. Di hari kedua kami pergi ke pantai Parangtritis karena bila jalan-jalan ke sana dilakukan pada tanggal 31 Desember takut gak bisa balik ke Jogja lagi karena macetnya daerah Parangtritis dan banyaknya masyarakat yang ingin merayakan tahun baru di pantai itu.


Dari Malioboro kami naik jalur 4 jurusan terminal dengan ongkos Rp. 2.500,- lalu dari terminal kami naik bis kecil (metromini) bila di Jakarta jurusan khusus ke PARIS (sebutan masyarakat Jogja untuk Parangtritis), dengan ongkos Rp. 10.000,- per orang dan perjalanan ditempuh dalam waktu 2 jam sekali jalan. Pantai yang pernah aku kunjungi di tahun 90-an itu semakin bagus dan tampak bersih. Gelombang laut saat itu lumayan tinggi dan air laut dalam keadaan pasang. Air laut yang bersih menyejukkan hati yang telah lama stress karena kehidupan di ibu kota. Sekedar sobat ketahui, bis balik ke Jogja paling lambat pukul 17.30 tetapi untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, sobat harus berada di terminal Paris setidaknya pukul 17.00. Dan tidak Paris itu sendiri banyak tersedia penginapan bila sobat ingin melihat matahari terbit.


Dan di hari ketiga kami pergi ke Candi Borobudur yang konon katanya saat ini bukan lagi termasuk 7 keajaiban dunia karena sudah seringnya dilakukan renovasi. Seperti biasa, dari Malioboro kami naik jalur 4 menuju terminal, dari terminal kami menuju ke terminal tengah untuk naik angkutan Cemara dengan tujuan Borobudur. Bis kecil ini menempuh perjalanan 2 jam dengan ongkos Rp. 12.000 per orang. Dari terminal sobat bisa naik becak Rp. 5.000,- atau bisa juga jalan kaki sambil menikmati suasana pedesaan. Tiket masuk Candi Borobudur Rp. 12.500 per orang di tambah Rp. 1.000,- untuk yang membawa kamera.


Setelah kami puas berkeliling dan berfoto, kami pun pulang. Saat berada di terminal Giwangan, kami ingin mencoba naik Busway-nya Jogja dengan harapan ingin membandingkan seberapa cepat perjalanan dari Giwangan ke Malioboro. Bila naik jalur 4, perjalanan dari terminal Giwangan ke Malioboro tidaklah sampai 1 jam, dan ternyata perjalanan naik Busway dengan tujuan Malioboro sangatlah merepotkan karena harus transit sebanyak 3X dan Busway-nya pun berukuran kecil (ukuran Metromini bila di Jakarta) serta tidak imbangnya armada dengan jumlah penumpang saat liburan seperti itu. Harga tiket Busway sebesar Rp. 3.000,- sekali jalan.


Sepulang dari Borobudur, kondisi kami sangatlah lelah, perjalanan 5 jam pulang pergi, belum lagi repot dan lamanya naik Busway membuat kami cepat lelap. Dengan bantuan Alarm Handpone kami pun bisa bangun pukul 21.30 untuk kumpul dengan masyarakat Jogja di Monumen 11 Maret yang kebetulan ada pertunjukkan penyongsong tahun baru. Ada pertunjukan Wayang Kulit, baca puisi, tari-tarian dan tembang Jawa, lagu Welcome to my Paradise dengan diiringi gamelan Jawa dan pesta kembang api di detik-detik terakhir menuju tahun baru 2009.


Informasi bagi sobat, tiket kereta api ekonomi hanya bisa dipesan 1 hari sebelum keberangkatan bila ingin dapat tempat duduk, tidak seperti di Jakarta-tiket bisa dibeli 1 minggu sebelum keberangkatan. Loket tiket buka pukul 09.00 - 13.00, tetapi untuk tiket kereta bisnis dan eksekutif bisa dipesan 1 bulan sebelum keberangkatan. Kereta bisnis dan eksekutif berangkat dari stasiun Tugu yang berada sejajar dengan Malioboro.


Dan Alhamdulillah kami tiba di Jakarta dengan selamat walaupun kereta tiba di stasiun Jatinegara pukul 03.30 dini hari. Dan rasa puas menyelimuti hati kami dalam menikamati liburan tahun baru kali ini.

4 comments:

Scorpio Girl said...

Iwan Gunawan (2/6/2009 4:10:42 PM): DUH LENGKAP SEKALI YA INFORMASI PERJALANAN KE YOGYA, sy kepingin klo ada rezeki menimati ciptaan Allah di kota pendidikan ini, inf ini sangat bermanfaat bagi sy & juga yg baca lainnya, Insya Allah..nuhun ah.. Bdg, 6 Februari 2009

ferry said...

kayaknya perlu di print nih. soalnya aku mau ke jogja nih...
thx a lot ya..

f

handiani said...

Terima kasih, lengkap banget informasinya, sangat berguna sekali bagi saya yang kebetulan akan ke yogya liburan waisak nanti, tapi borobudur tutup gak yah hari sabtunya?
btw, gak ke candi lain yang deket2 situ yah? kayak sandi mendut ato candi pawon?

Scorpio Girl said...

setahu saya ada acara di candi Borobudur di hari waisak nanti. buruan berburu tiket....