Thursday, June 05, 2008

Ikutan Syuting, Yuk...

“Neng, mau ikutan sutting di Metro TV gak?”, pesan singkat muncul di Yahoo Messengerku dari Ana, bekas teman kantorku yang sekarang sudah pindah kerja. “Acara apaan?”, Tanyaku. “Kick Andy, taukan?” Kata Ana. “Oh yang pembawa acaranya rambutnya Kribo pake kacamata itu ya?” jawabku. “Yup, emang kamu sering nonton?” Tanya Ana. “Sesekali”, Jawabku. “Ok nanti aku daftarin ya untuk judul tayangnya Angklung”, “Makasih, ya”.

Aku tertarik ikutan sutting Kick Andy karena Ana temenku itu bilang bayarannya buku dan buku-bukunya bagus-bagus dan karena hobiku salah satunya membaca buku, ya akhirnya aku tertarik sekaligus pingin tahu bagaimana ikutan sutting itu sendiri. Tapi jujur dalam hatiku, agak ragu karena judulnya Angklung…..sempat terbersit kok Angklung sih? Menarik gak ya….

“Neng, sudah ok ya untuk tanggal 3 Juni”, muncul pesan singkatnya lagi 1 jam kemudian. “Ok, tapi aku gak tahu lho Metro TV itu dimana?”, jawabku. “Nanti aku tunggu deh di halte rumah sakit Taruna dekat Citra Land deh” “Wah, beneran nih kan kamu pulangnya jam 4 sedangkan aku jam 17.30 baru keluar” “Ya sudah nanti kamu selesai doa langsung kabur aja ya?” Katanya

Hari ini hari Rabu tanggal 3 Juni, berarti nanti malam aku ikutan sutting Kick Andy (sobat juga bisa ikutan sutting dengan mendaftar online di http://www.kickandy.com/, bukan promosi lho). Wah, semakin penasaran aku pingin cepat-cepat pergi. Sore sekitar jam 3 muncul pesan singkat dari Ana: “Nanti ngebut ya?” “Mudah-mudahan kita tiba tepat waktu ya” karena aku sendiri agak ragu karena kantorku letaknya di Mangga Besar dan untuk sampe ke Citra Land secepat mungkin agak keder juga karena jalanan di Sang Aji sampai ke Citra Land terkenal daerah macet pada jam-jam segitu walaupun ada jembatan layang yang baru dibangun di depan Roxy Mas. Dan benar saja saat di jalan Sang Aji, jalan sangat macet dan dengan sedikit kelihaian meliuk-liuk saat naik motor di saat jalanan padat dan macet yang lama aku miliki, aku masih saja was-was gak bakalan bisa sampai di Citra Land tepat waktu. Dari kejauhan aku lihat Ana sudah nunggu di halted an akupun menepi. “Capek nih nungguin”, Katanya “Sorry, tau sendirikan macetnya seperti apa”, Jawabku. “Ngebut ya”, Ajak Ana. “OK” Kataku. Dan Alhamdulillah kami tiba di Stasiun Metro TV tepat waktu.

Setelah daftar, ambil snack dan kupon souvenir, kami menuju ke meja minuman. Di sana telah tersedia minuman Kopi, Teh dan Aqua dan karena kedatangan kami sangat mepet, jadinya kami hanya kebagian Aqua. Tak berapa lama kami diarahkan naik ke lantai atas karena acara sutting akan dimulai. Malam itu yang dating kebanyakan para Mahasiswa dan ada juga yang masih SMA. Sedangkan yang dari kalangan pekerja hanya beberapa saja.

Tibalah saatnya kami berada di dalam ruangan studio dan kami sedikit diarahkan oleh Joni – mengarah acara dengan pemberitahuan beberapa hal yang harus kita lakukan saat acara berlangsung. Beberapa hal tersebut adalah Para penonton dilarang tengak-tengok ke kiri, ke kanan, ke atas ataupun ke belakang, dilarang menguap sembarangan, hanya boleh pergi ke toilet dan balik ke tempat duduk pada saat break saja. “Untung aku gak dapat minuman kopi tadi, kalo gak……bakal bolak-balik ke toilet nanti”, kataku dalam hati. Karena sudah menjadi kebiasaan aku setengah jam setelah minum kopi, aku pasti pingin (maaf) pipis.

Acara dimulai tepat pukul 19.00 dengan judul Bambu dari Negeri dengan mengangkat cerita perjalanan anak bangsa selama (baca di sini) 40 Hari di Eropa yang telah dibukukan dalam bentuk Novel oleh Maulana M. Syuhada, yang dimulai dengan pembagian Angklung ke semua penonton. Wah…Asyiiiiikkkkk…..seru kami semua seperti anak kecil. Acara dibuka dengan permainan Angklung oleh wanita-wanita Jepang yang bergabung dalam group Pelangi-Pelangi yang memang belajar alat musik Angklung dan Angklung yang dibagikan ke para penonton adalah Angklung buatan Saung Angklung Udjo – Bandung, wawancara sedikit dengan para pemain dan pengajar alat musik Angklung.

Pada Segmen ke dua ada paduan musik Angklung dari SMA 3 Bandung dengan konduktor Saudara Jijiw. Pelajar-pelajar tersebut menggunakan kaos putih panjang dengan sablon tulisan Angklung dari Indonesia pada bagian depan, dan Malaysia jangan ganggu pada bagian belakang. Sesungguhnya aku belum sadar dengan apa yang terjadi sampai akhirnya Ana mengatakan bahwa Malaysia sudah mematenkan Angklung adalah musik dari Malaysia. OOOOOOhhhhhh ternyata….Malaysia belum juga sadar dan berhenti untuk mengaku hak milik bangsa lain, ya.

Dan saat breakpun kami para penonton diajarkan cara memegang Angklung yang benar yaitu dengan menempatkan bambu yang besar di sebelah kanan, tangan kiri memegang kayu yang berada di tengah dan tangan kanan menggoyang kayu yang paling kanan dan kami pun bermain Angklung untuk lagu I have a dream-nya Westlife, lagunya Nidji sampai ke lagu daerah dan lagu dangdut dengan membunyikan Angklung yang ada di tangan penonton sesuai dengan tangga nada yang ada pada tangan penonton dengan konduktor Lia dari Saung Angklung Udjo. Dan kami benar-benar menikmati permainan tersebut sebagai bentuk pelepasan rasa lelah setelah kami bekerja dan belajar sepanjang hari tadi.

Saat pada segmen wawancara dengan Maulana, Jijiw dan Mang Udjo anak pemilik Saung Udjo, aku baru mengetahui betapa besar perjuangan mereka untuk memperkenalkan alat musik Angklung ini sampai ke dunia. Mang Udjo sendiri sampai gak habis pikir kenapa Malaysia berani-beraninya mengakui alat musik Angklung ini dari Malaysia padahal Ayahandanya sudah bolak-balik ke negeri jiran itu untuk mengajarkan alat musik Angklung ini dari mulai akhir tahun 70-an. Dan sangat tidak masuk akal bila seorang murid bisa mengaku dirinya adalah pemilik syah suatu barang yang belajarpun harus mendatangkan guru negeri lain.

Kembali pada sutting tadi, tepat pada pukul 22.15 WIB acara selesai. Bagi aku pribadi sangat puaassss dengan mengikuti kegiatan ini. Disamping untuk reflesing pelepas lelah setelah beraktivitas di kantor 8 jam lebih, aku juga bisa menambah wawasanku di bidang lain yaitu bisa belajar dasar-dasar bermain Angklung dan berpartisipasi langsung dalam permainan Angklung, mendengar langsung perjalanan anak bangsa untukmenunjukkan identitas suatu bangsa ke belahan dunia dan bisa bertemu dan berkumpul dengan orang-orang baru. Saat ku tanya apa alasan Ana ikutan acara ini, dia bilang dari pada bengong sendiri di rumah dan berkutat dengan rutinitas yang membosankan. Ya, aku pikir memang itu salah satu cara kita mengisi hari-hari kita di kota metropolitan yang terkenal dengan pergaulan bebasnya sehingga kita tidak terpengaruh oleh keadaan di sekitar kita. Dan aku menjadi ketagihan untuk mengikuti sutting ini lagi dan mudah-mudahan masih dapat jatah untuk acara-acara selanjutnya karena banyak juga yang berminat. Semoga…….

No comments: