Tuesday, April 22, 2008

Kartini dan Emansipasi wanita

Baru sehari kita bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Berbagai profil ditayangkan dan dibahas di Media. Dari para wanita pengumpul batu kali dengan nyawa taruhannya di bawah derasnya arus air mengalir sampai si penemu Jarimatika-bantuan jari untuk melakukan perhitungan. Berbagai rasa bercampur aduk dalam perasaan kita; sedih, terharu, senang, bangga dan lain sebagainya bercampur menjadi satu menyaksikan perjuangan-perjuangan mereka.

Adapula kalangan yang menuntut persamaan perempuan dan laki-laki dibidang pendidikan dan dunia politik sebagai bentuk emansipasi wanita. Jujur saya pribadi menghargai dan bangga dengan perjuangan Ibu kartini untuk kaum wanita, tapi apa yang terjadi sekarang ini bagi saya bukanlah sebagai bentuk emansipasi wanita lagi tetapi mengarah ke lebih dari itu yang saya sendiri tidak mengetahuinya gejala apakah ini.

Saya setuju bila dalam pendidikan, persamaan hak kaum wanita haruslah sama dengan kaum pria walaupun orientasi kedepannya bukan untuk bekerja tetapi untuk membelajari anak-anak mereka, kebanggaan diri ataupun untuk bersosialisasi dengan lingkungannya, tapi untuk dibidang lain sepertinya jangan terlalu memaksakan diri. Dalam bidang politik misalnya, apakah perlu para wanita terjun di kancah politik yang umumnya para politikus sering berada di luar rumah dalam waktu panjang???. Dan apabila politikus-polikus itu terdiri dari wanita-wanita yang keberadaannya di luar rumah dalam waktu panjang, apa jadinya....anak-anak mereka yang jelas-jelas membutuhkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu?? apakah anak-anak mereka akan tumbuh besar bersama pembantu/babysitter??? dan kemanakah para bapak/para prianya, apakah para suami yang harus berada di rumah???

Haruskah nantinya dalam satu rumah tangga terjadi persaingan sengit antara si istri dan si suami, apalagi bila si istri berbeda bendera politik dengan si suami??? Ataukah posisi wanita harus diganti dengan pria, atau posisi pria diganti oleh wanita (wah...pusiiing) seperti kondisi kebanyakan yang terjadi saat ini di kalangan masyarakat kita....?????? banyak kaum wanita sibuk mencari nafkah di luar, dan kaum pria ongkang-ongkang kaki;menganggur;ngorok di rumah, atau bahkan ada yang mengisi di waktu nganggur mereka digunakan untuk main kartu, nyimeng, dan jualan sabu-sabu dan ujung-ujungnya nanti terjadinya kekerangan dalam rumah tangga karena masing-masing pihak mempunyai ego yang tinggi (naudzubillah).

Janganlah pengertian emansipasi wanita dijadikan alasan oleh banyak kaum pria selalu memiliki rasa pasrah bila mereka belum/tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan ataupun pasrah akan keadaan yang serba sulit ini dengan tanpa adanya perjuangan-perjuangan yang maksimal untuk memujudkan stabilitas ekonomi bagi masing-masing individu, dan bagi kaum wanita, janganlah emansipasi wanita dijadikan alasan untuk berkarir kuat di luar rumah dengan meninggalkan buah hati-buah hati mereka tumbuh dengan pembantu dan tanpa kontrol.

Alangkah indahnya bila pengertian emansipasi wanita diisi dengan saling bahu membahu antara wanita dan pria untuk saling mengisi kekosongan dengan mengedepankan posisi masing-masing sesuai dengan kodratnya dan selalu berpegang teguh pada " Selalu Bersyukur".

No comments: