Tuesday, February 26, 2008

Susu Formula dan Makanan Bayi Berbakteri…….

Satu lagi hasil penelitian dari Laboratorium IPB menyatakan bahwa terdapat 22 produk susu formula dan makanan bayi pada masa produksi 2004-2006 yang telah beredar di JABODETABEKA berbakteri yang bisa menurunkan kecerdasan otak bagi bayi khususnya berumur di bawah 1 tahun.

IPB melakukan penelitian dan pengambilan sampel di wilayah JABODETABEKA dan bukan mustahil kesemua produk tersebut sudah menyebar ke seluruh negeri ini. Hasil penelitian dan nama-nama ke-22 produk tersebut telah diserahkan kepada pemerintah dalam hal ini POM atau apalah dan pihak IPB meminta pemerintah untuk mengawasi ke-22 produk tersebut. Dan saat pihak IPB memberikan keterangan di sebuah stasiun TV swasta pada tanggal 24 Pebruari 2008, pemerintah belum juga mengumumkan nama-nama ke-22 produk tersebut. Dan seperti biasa pemerintah seakan berjalan di tempat dan selalu bermain-main dengan segala kondisi di negeri kita ini. Apakah ada PERMAINAN antara pemerintah dan pengusaha produk-produk tersebut hanya Allah dan merekalah yang tahu.

Kejujuran adalah kekasih Allah dan Keterbukaan adalah Sabun Pencuci Hati

Manusia diberi akal dan pikiran untuk bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Jika pihak IPB menyatakan bahwa ke-22 produk tersebut adalah hal yang buruk dan bisa mengancam kesehatan serta masa depan bayi-bayi negeri yang tak berdosa dan akan sangat membebani orang tua-orang tua dalam menangani kesehatan bayi-bayi mereka sedangkan saat ini masih banyak lapisan masyarakat yang ekonominya terpuruk, maka seyogyanyalah pihak IPB mendesak dan terus mendesak pemerintah untuk mengumumkan ke-22 produk tersebut ke masyarakat luas sehingga masyarakat luas bisa mawas diri dan benar-benar tahu akan kondisi yang ada dan akan menghindari ke-22 produk tersebut. Sedangkan untuk pihak yang memproduksi akan lebih berhati-hati dalam proses produksinya dan tidak seenaknya menjual produknya dengan tujuan mengambil keuntungan di atas penderitaan masyarakat luas.

Bila pihak IPB telah berani mengeluarkan pernyataan demikian dan pemerintah belum juga mengumumkan nama-nama ke-22 produk tersebut padahal jumlah ini bukanlah jumlah yang sedikit dan bukanlah hasil produksi main-main, maka pihak IPB harus berani mengambil langkah besar untuk memberi somasi pada pemerintah dan bila pihak pemerintah masih saja mengabaikan hasil penelitian tersebut, maka pihak IPB harus berani mengumumkan nama-nama ke-22 produk yang telah berbakteri tersebut ke masyarakat luas demi kesehatan dan kesejahteraan bersama dan itu juga wujud dari tanggung jawab sebagai manusia-manusia yang beriman dan berakal tinggi. Jangan sampai ratusan ribu bahkan jutaan bayi yang tak berdosa dan nasib bangsa ini semakin terpuruk karena sikap arogan pemerintah semata dan selalu buta mata hatinya dalam era globalisasi ini. Dan saya yakin seorang dokterpun tidak akan bakalan tahu bila suatu merk susu formula dan makanan bayi itu telah tercampur dengan bakteri bila si dokter hanya melihat kandungan gizi dalam produk tersebut dan tidak pernah melakukan penelitian pada produk-produk tersebut.

Jadi, jalan yang terbaik adalah pemerintah harus bersikap jujur dan terbuka demi kebaikan bersama dan itupun akan mengurangi beban dosa mereka saat mereka berkuasa. Tanpa adanyanya pemberitahuan secara terbuka mengenai nama-nama ke-22 produk tersebut, akan semakin banyak pihak yang menjadi korban dan krisis negeri tidak akan berhenti dan pasti akan ada pihak-pihak yang selalu bermain dalam situasi seperti ini. Janganlah mengotori alam demokrasi ini hal-hal yang menyangkut masalah kesehatan dan masa depan bangsa. Sekali lagi Kejujuran adalah kekasih Allah dan keterbukaan adalah sabun pencuci hati.

No comments: